Sang elang menatap tajam pada buruan incarannya.Sang ealng sudah dekat dengan buruannya lalu ia berpaling.
Sang buruan tiba-tiba saja menghilang.
Sang elang sangat kecewa dengan caranya berburu dan juga buruannya yang lepas.
.......................
Ini tentangku,
Ditengah kesendirian malam itu, aku merasa sangat bosan dengan keadaan ku saat itu. Tiba-tiba sebuah panggilan masuk dari temanku di Yogyakarta. Namanya Renaldi. Diberbicara dan menanyai kabarku yang menghilang dari peredaran sosial media dan jaringan chat. Kami mengobrol cukup lama dan intens tentang hubunganku dan teman-teman lainnya.
Dengan rokok andalanku sambil mengobrol, dia bertanya tentang sosok gadis yang dia temui di sosial media Hallo App. seakan ia bertanya dan aku mengetahuinya, ternyata tidak. aku tak mengenali sosok yang ia maksu. panjang pembicaraan membuat kami lupa bahwa waktu harus merelakan kami berpisah sementara waktu.
Pukul 12.00 AM, aku membuka ponsel ku saat aku terpikir dengan aplikasi yang ia maksud.
kalian mau juga banyak benefitnya klik aja link ini :
Hallo App
Aplikasi ini adalah tempat atau wadah belajar bahasa asing dengan guru atau teman virtual yang ditemukan. gitu kata iklannya.
LANJUT YAA....
Setelah aku mendownload aplikasi tersebut aku memulai menjalankannya. berhubung malam sudah sangat larut akhirnya aku memutuskan tidur.
...............
Keesokan harinya aku melakukan pembicaraan dari beberapa manusia asing di aplikasi tersebut. ada yang dari Bangladesh, Pakistan, India, dan Spanyol.
Di malam harinya aku menggunakan aplikasi itu lagi dan ku temukan wanita dari Azerbaijan namanya Cicek yang bercerita tentang negaranya dan musuh negaranya yakni Armenia. Kisah dimulai dari pembicaraan
Genoside x Xhojcali : Armenia vs Azerbaijan hingga mengenal satu sama lain. Secara keseluruhan dia berbicara tentang dirinya dan aku berperan sebagai pendengar yang manipulatif. kami kenal sangat dekat bahkan seringkali ia menghubungiku dan mengajak berbicara.
.....
Disisi alin aku bertemu banyak wanita disini yang tertipu dengan daya tarik bicaraku. Jujur saja aku tak bisa berkata jujur ubtuk diriku atau apapun. karena aku punya kisah yang buruk apalagi dengan wanita.
Beberapa hari kemudian, aku bertamu dengan cewek dari Kalimantan timur yang bercerita tentang profesinya sebagai guru bahasa inggris dan komputer di IKN. dia juga bercerita tentang kondisi Kalimantan Timur setelah menjadi IKN dan
kisah buaya Riska.
Selain itu aku juga bertemu wanita dari Yogyakarta yang merupakan seorang pembicara dan pelajar di Turkey. Namanya Mbak Ami. dia juga sering menghubungiku lewat aplikasi tersebut.
Selain itu ada cewek yang kutemukan dari sana, namanya Siva (Chan nama panggilannya). terus dia cerita banyak tentang ia dan pekerjaanya serta tempat tinggalnya di Sukabumi. Kami behubungan cukup dekat dan sempat bertukar Instagram. sesuatu terjadi antara hati dan pikiranku yang tidak sinkron. Aku merasa keberadaannya menjadi sebuah momok menakutkan sekaligus membahagiakan soalnya aku yang tak pernah berhubungan dengan wanita selama 3 tahun terakhir seperti bertemu angin yang dulu pernah berhembus namun tak tahu dimana. kami pernah bercerita satu sama lain dengan cukup dekat. namun aku sadar ketika ia tahu tentang aku dan parasku mungkin saja ia akan melarikan diri.
Setelah bertemu dengan Chan, aku bertemu dengan cewek yang lainnya. Namanya Martini dari Bali. dia bercerita banyak tentang dirinya dan kehidupan personalnya. ia masih bertanya tentang banyak hal. kami dipertemukan dengan pembahasan self improvement dan mindfulness. setelah berteman, ia sering mengirimiku pesan dan menelpon. Ia berkata banyak hal tentang dirinya namun aku masih abtas wajar. sampai suatu malam dia menanyaiku tentang cinta, Jujur saja aku ga bisa menjawab atau menjelaskan secara detil tentang cinta ku, namun dia terus menanyaiku. setelah berdiskusi cukup panjang dengan diriku sendiri, aku pun segera mencari kontaknya dan menghubunginya. aku menjelaskan cintaku dan ku katakan padanya aku mencintai salah seorang gadis dari bali yang berbeza agama denganku. Bagimana?.
Ah rupanya aku hanya mudah jatuh cinta dan bosan dengan keseharian yang membingungkan dari percintaan itu. Dasar aku. Aku gak bisa handle apa mau ku, aku gak bisa fokus ataupun aku gak bisa mengontrol diriku secara baik.
Dan akhirnya mungkin saja mereka akan menghilang bersamaan dengan angin yang berlalu.
Semoga aja sih enggak, sang elang sudah mengamatinya dari jauh dan cukup lama.
Shit!
Komentar
Posting Komentar