Tersesat di Indonesia Millennial Connect Batch 2.0
"Usia hanya sebuah angka, perjalanan hanya sebuah sejarah, pengalaman sebagai pijakan pendewasaan."
(Soesandi)
Berawal kisah pada tanggal 25 Agustus 2021 kuluangkan waktu senggangku dengan mencoba mengetik kata "DAFTAR" dikolom pencarian Google Chrome dan munculah banyak hasil pencarian. Dari keseluruhan hasil ketertarikanku pada dunia kerelawanan maka ku coba mendaftar di laman website kerelawanan dari Indonesia Mengajar sampai Sekolah Relawan. Dari keseluruhan hanya Indonesia Millennial Connect yang menerima pendaftaranku. Sebenarnya aku berharap bisa lolos di Indonesia Mengajar karena sudah hampir 6 kali mendaftar aku selalu tidak lolos, malang kan. Tapi kali ini aku lolos di Indonesia Millennial Connect, wuezzzzahhh senang dong, akhirnya lolos. Seluruh bahan yang akan digunakan aku download Dan tak lupa ku tulis schedule tersebut di mading kamarku.
Yeah, akhirnya tiba. Pesan masuk dari panitia penyelenggara mengenai tatib open ceremony Indonesia Millennial Connect Batch 2.0 yang dilakukan secara daring. Awalnya sih nggak curiga, pikiranku ah pasti ada yang sama sepertiku. Lalu akhirnya sampai pada hari H open ceremony sekaligus pembagian kelompok dan mentornya. Aku mulai panik, kok alurnya seperti ini.
Jujur sejujur-jujurnya ini kali pertama aku ngikutin agenda kerelawanan daring dan biasanya tuh aku teriak-teriak dijalan, dipukulin polisi, mendekam di jeruji besi kalo lagi apes, kejar-kejaran sama polisi. Kalo ikut kerelawanan itu selalu aksi langsung atau tanggap cepat darurat.
Kebingunganku pun dimulai pada saat pembagian kelompok dan say hello ke teman-teman anggota kelompok. Nah pas ada pertemuan kecil yang dilakukan di aplikasi Zoom oleh panitia penyelenggara, seluruh peserta on camera dan pada saat itu aku sih santai aja on camera juga, santaii, eh.. eh... Eh.... Eh.... Kok ada yang aneh, muka aku aja paling tua coy pikirku, ah palingan bawaan kamera π. Pas ada sesi tanya jawab dengan lantang Dan berani dong aku "Raise ✋", ah masa jago dilapangan kalah di daring. Berani dong. Setelah itu moderator pilih salah satu dari peserta yang mengangkat tangan.
Dan betapa terkaget sekaligus terheran-heran saya mendengar penjawab baru berumur 19 tahun, yozzzzeeee "Camera tolong aku, tolong, tolong, aku dimana? kok GELAPπ
Berselang ada Group Invitation dari panitia penyelenggara yang didalamnya berisikan anggota kelompok 7. Keadaan ku kali itu masih santai, lalu sebuah pesan yang mengindikasian pembentukan struktur kelompok 7 yang diberikan List perlu di isi sesuai minat dan keinginan.
Kemudian dengan PD-nya aku menuliskan namaku di list Ketua/Chief of Project Manager, yoollloooo bangga banget. Nah kan aku ketua nih, aku nentuin kapan pertemuan say hello dan pembicaraan projek sekalian pahami job desknya masing-masing.
Serious banget, aku gak tahu menahu soal CPM (Chief of Project Manager), nah aku googling kan, welah dalah busssyyyeettt ngeri banget. Aku mulai mumet kan ya tapi belum tahap kronis.
Dalam hati aku bilang, "bohong terus kau ya paisal".
Terimakasih Dwira, Nabila, Haura, Brendys, serious kalo ada project tangguh aku pasti bakalan nyari kalian. Thanks banget sudah Bantu si tua bangka ini π.
Tapi serious kalian, ngasih pengalaman banget ke aku, "Ngontrol kaum muda memanglah sulit, tapi alangkah ringan dan cerdasnya jika memberikan kesempatan buat mereka berkembang sendiri dan kamu hanya mengkoordinasikan saja dengan rules-nya." (Paisal, 2022).
Paham!!!
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Jangan lupa follow IG aku @bg.isall_ π



Komentar
Posting Komentar