RENTANG KISAH
Malampun akan segera usai, mata dan jemariku belum lagi usai terus menuliskan banyak kalimat hingga aku terhenti pada sebuah foto.
Berkeringat dingin ku coba memalingkan wajah pada smartphone yang berada tepat didepanku namun aku tak sanggup, naluriku berkata "Lihat saja foto itu dan pejamkan matamu, ingat semuanya, kenangan, cinta, dan luka."
Kupejamkan mata dan mencoba mengulas memori lalu.
Maret 2015,
Saat itu aku tengah menempuh pendidikan perguruan tinggi di Ibukota Kepulauan Riau. Saat itu aku duduk di semester 3 dengan banyak teman disampingku. Saat itu aku tengah memimpin salah satu organisasi di kampus. Tapi aku merasa belum cukup puas dengan semuanya. Aku mencoba merambah keluar dengan bergabung di kesatuan latihan Tarung Derajat. Sangat menakutkan sebenarnya, basicnya aku belum pernah jauh melangkah dan mengikuti keinginanku. Aku akhirnya bergabung dan punya banyak kenalan lagi. Sampai di suatu hari pelatihku memperkenalkanku pada seorang wanita tepatnya remaja masih bawah umur, umurnya 16 tahun. Namanya Aulya Fidjri Eka Putri, Putri sulung dari bapak Eka dan Ibu Titin. Ia memiliki 2 orang saudara dan ia punya keluarga yang cukup terkenal di Kota.
Awalnya aku biasa saja dan saat itu aku tengah menjalin kasih dengan slah satu junior di kampus, namanya Rina Enjelina, mahasiswi semester pertama jurusan Pendidikan Ilmu Matematika. Hubunganku dan Rina beranjak 5 bulan, aku tahu saat itu hanya cinta monyet seperti di TV. Aku semakin dekat dengan Rina dan juga Lia (panggilanku pada Aulya). Namun saat itu aku hanya berespektasi bahwa dua orang wanita tersebut cuma main-main aja denganku, dikarenakan aku tidak tampan dan tidak pula populer. Jujur saja aku kurang mengerti apa artinya cinta atau hubungan emosional antara lawan jenis.
Juli 2016
Diperjalanan pulang, aku terus memikirkan perkataan pelatihku mengenai Lia. Jujur saja aku prihatin dan juga take ingin nama baik pelatihku buruk. Sepanjang perjalanan aku memikirkan itu hingga KM. 14 tepat dilampu merah, sebuah pesan dari Lia masuk dan mengagetkanku, segara ku telpon Lia.
Tepat 24 Juli 2016 aku dan Lia resmi berpacaran. Ini juga membuat kapasitasku dengan pelatihku kian erat begitupun Lia. Setiap masalah hubungan kami diselesaikan dilapangan olahraga. Jujur sih, aku tersiksa banget. Sampai aku tahu bahwa aku selalu terjepit, pelatihku, Lia, orangtua Lia.
Hari demi hari kulewati dengan indah...
Sampai saat aku bergelut dengan perbedaan antara cinta atau tahta. Jujur sejujur-jujurnya aku sangatlah mencintai Lia. Setelah banyak masalah dihubungan aku Dan Lia. Aku sangat lah bangga memiliki Lia. Namun aku salah jalan, aku mengikuti kemauan nafsu bejatku, banyak sekali toxic treat aku lakuin ke Lia. Aku bodoh. Aku tak pernah memikirkan perjuangan Dan perjalananku Dan Lia hingga 3 tahun lamanya.
17 May 2019
________________
Hingga kini, luka yang ku buat sendiri belum juga pulih, tapi aku selalu merindukanmu.
________________
Aku berharap Tuhan berkehendak mempertemukan aku kembali dan Lia dalam keadaan apapun. But, Lia terimakasih dan ini maaf terkahirku untukmu.....
"I hope it will be prise"



Komentar
Posting Komentar