Takdir

 


Sebuah duka dengan kebimbangan di awal hari itu.
Sebuah isyarat tersirat ditubuh ini yang sudah lelah dengan pekerjaan ini. 


Ingin melangkah lebih besar namun tidak didukung oleh perawakan ini.
Berdiam termenung disini hanya menghabiskan hidupku.


Mestinya ku putuskan 'tuk pergi.
Namun aku terjepit oleh keadaan keluargaku, ayah sering sakit bahkan ibu juga.
Hanya aku yang selalu jadi andalan tapi aku tak kunjung menemukan ritme perubahan.
Melihat kebelakang hanya ada kekecewaan dan penyesalan yang tak berkesudahan.


Aku memelihara identitasku, tapi aku selalu dikecewakan.
Kini aku layaknya berperang dengan diriku sendiri.
Menghargai sebuah kepatuhan atau membangkang untuk kehidupan.

Komentar

Postingan Populer