Silap Pandang Maka Terpandang

 

“….. rintik hujan menghiasi perjalanku pagi itu, mempertemukan aku pada sebuah penghujung yang terjal dan curam. Seakan melompatinya itu mustahil, menyeberanginya butuh mukjizat. Namun sifat yang menyeramkan itu membuat aku jatuh cinta padanya.”

(Kisah Lain dalam 5 cm)



Bermula saat diriku membaca sebuah buku yang berjudul KETIKA CINTA BERTASBIH yang mengisahkan pertemuan antara Azam dan Alfathunnisa yang merubah cara pandangku terhadap lawan jenis. Dikatakan petremuan antara Azam dan Alfathunnisa dilakukan dengan perantara orang ketiga, Azam mengucapkan salam sambil menundukan pandangannya terhadap Alfathunnisa tak sedikit pun Azam menegakan wajahnya melihat Alfathunnisa yang berada tepat didepannya. Setelah Alfathunnisa menjauh dan pergi, Azam tetap menjaga pandangannya. Dari kisah tersebut pemikiran dan cara pandang ku berubah kepada lawan jenis. Hal yang dikatakan dalam sebuah buku tersebut juga kualami saat itu.

Dikisahkan.......

Hari yang sendu dengan gerimis membasahi dedaunan di jalanan berumput yang ku lalui di pagi itu. Perjalanan ini harus dilakukan karena tahun kemenangan akan selalu ditutup dengan kemenangan. Dengan langkah tergesa-gesa aku menggendong tas selempangku yang berisi banyak buku dan tulisan yang akan ku publikasikan.

Hampir 1 jam berlalu, akhirnya aku sampai di penghujung perjalanan dan langsung disapa oleh gemericik ombak kecil di laut. Seakan tenaga terisi kembali, aku membasuh kaki ku di tepian sebatang kayu bakau sambil menatap ke permukaan laut yang berkilauan di terpa sinar mentari kala gerimis usai. Di ujung jalan ini aku akan menunggu speed boat yang akan melintas. Berjam-jam ku tunggu akhirnya speed boat datang. Segera aku mengangkat langkah besar agar dapat menggapai speed boat. Aku mencari ruang kosong yg bisa diduduki, tepat sekali ada ruang kosong yang kulihat didekat ibu dan anaknya.

Barisan kursi duduk ku berisi lima orang penumpang salah satunya mereka dan tepat disebelahku adalah seorang wanita paruh baya dengan dua orang anaknya, salah seorang berumur 20-an tahun. Mereka sedang bersenda gurau sambil memainkan gadgetnya. Aku hanya sekedar meliri dan berucap dalam hati “Yah, media social memang membuat siapapun tertipu dan tertawa”.

Mencoba kembali fokus, kuraih earphone-ku dan menulis sebuah artikel yang akan kuterbitkan keesokan harinya namun seseorang yang tepatnya berada disebelahku yang kisaran umurnya 20-an tahun menyenggol dan membuat ketikanku terganggu. Bukannya berkata maaf malahan cekikikan lagi. Sabar… Sabar… Longmen.

Kucoba melirik kesamping dan kulihat kulit putih bersih dan cat kuku berwarna pink sambil memegang handphone-nya. Lalu tampak di screen handphonnya wajhanya yang menjadi wallpaper. Seorang wanita berumur 20-an tahun mengenakan jilbab hitam tipis, mengenakan kemeja hitam dan celana kain coklat (Celpen) dengan jam tangan hitam digital ditangan kanannya.

Kupastikan dia pasti sangat cantik dan memukau, jujur saja aku mengaguminya wlaupun sebenarnya aku takut melihat wajahnya. Tapi ia cukup membekas dalam ingatanku. Jikalau ini scenario Allah maka akan selalu ada adegan yang mempertemukan aku dan dia kembali.

Seakan berhasrat “Aku Jatuh Cinta Kembali” walaupun sebenarnya aku hanya mengaguminya. Cinta pada pandangan pertama atau dari mata turun kehati tak lagi ku gubris. Aku hanya percaya INI ADALAH SKENARIO DARI ALLAH. Tapi ia mengembalikan hasratku untuk jatuh cinta lagi.

Terima kasih untukmu yang duduk disebelahku pada tanggal 08 July 2022 di dalam speedboat Latief. Jelas saja aku berharap bertemu denganmu kembali.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer