"riku
Hari semakin letih
Langkahku semakin tertatih
Mencoba terus melatih
Hingga perjuangan ini tak terasa pedih
Bermula dari kertas
Menyusun bait berkelas
Perlahan hambar dan malas
Hingga terus kupaksa hingga lekas
Dan diujung hari kuharap tertidur pulas
Embun menghilang
Fajar pun datang
Sang surya pun menyingsing
Cerita yang tak teringin mulai menantang
Lalu lalang
Hingar bingar
Mengisi hati yang tak bertuan
Melewati jiwa yang tak berkesan
Burung terbang beriringan
Sepoi-sepoi angin terus menyelinap
Hingga saat matahari terbenam
Tertegun di sampingmu
Bersandar di peraduanmu
Mengisi nalar ini dengan bayanganmu
Aku tidak bisa menggapaimu, menjamahmu
Namun aku berharap di sisi mu
Bersandar
Dan berada di sanubari mu
Inginku melihat
Tapi kau menyilaukan
Inginku menyentuh
Tapi kau membara
Ku disampingmu
Ku ingin itu
Namun.....
Ku takkan kuat....
Mencintaimu....
Layaknya mentari menyingsing
Tanpa pamrih dan terus memberi kasih
Aku ini milikmu....
Mungkin kau Belum sadari
Aku disisimu....
Meski kau acuhkan ku
Cintaku....
Lewat bait yang kususun 'tuk mu
Cintaku....
Lewat kiasan yang kuisyaratkan
Cintaku....
Dengan tinta Yang memandukan jutaan kata 'tuk mu
Aku mencintaimu...
Hingga terjebak dihasrat ini
Hmm.......
Langit selalu cerah bersama mu
Maka izinkankanku jadi langitmu
Air selalu sejuk menyentuhmu
Maka izinkankanku jadi penyejuk hatimu
Aku terus ingin dan ingin,
Apakah inginku searah bersama mu?
Inginku bukan ini dan itu
tapi ingin ku selalu kau, Mentari ku.
Lagaligo, 02 Mei 2021



Sangat menyentuh, izin cepture iyaa.....
BalasHapusYa nevermind.
Hapus